Kamis, 23 Maret 2017

Uang Bukanlah Segalanya,Menohok ke ulu Hati


Bisnis+Online,Bisnis+Internet,Cara+Mendapatkan+Uang+dari+Internet
Mungkin diantara kita banyak yang bermimpi ingin menjadi seseorang yang Terkenal,Kaya Raya dan dihargai banyak orang seperti Steve Jobs dan dijaman yang se modern ini siapa lagi yang tidak mengenal seorang Steve Jobs pendiri,Pemilik serta mantan Ceo Apple.Inc Namun ada Sebuah Penyesalan yang selalu ada di benaknya dan ini disampaikannya kepada istri tercintanya menjelang akhir dari Hidupnya di Rumah sakit.
Baca Juga:11 Rahasia agar Online Shop kamu Laku Keras
Dilansir dari Lensa Indonesia
langsung Simak, Menohok Ke ulu Hati...
Steven Paul Jobs atau yang kita kenal sebagai Steve Jobs merupakan salah satu orang paling sukses di dunia.
Steve yang lahir pada 24 Februari 1955 di San Francisco tersebut pernah masuk ke dalam nama-nama daftar orang terkaya di Amerika. Ia merupakan mantan bos Apple Inc, Pixar Animation yang memiliki kekayaan bersih sebanyak $5,1 miliar pada tahun 2009.
Jobs meninggal di California pada 5 Oktober 2011 di usia 55 tahun akibat komplikasi kanker pankreas bentuk langka.
Jobs dikenal sebagai seorang yang visioner, perintis dan jenius dalam bidang bisnis.
Ia berhasil mengubah wajah dunia modern, merevolusi enam industri berbeda. Steve Jobs merupakan panutan bagi eskekutif di seluruh dunia.
Kematian Jobs pun dianggap sebagai kehilangan besar bagi dunia.
Menjelang ajal menjemput, pikiran dan batin Jobs terbuka akan sebuah kesadaran tentang arti hidup. Ia juga dihantui sebuah penyesalan.
Di atas ranjang rumah sakit, Jobs menyampaikan beberapa hal yang sangat menharukan. Sebagai salah satu orang terkaya di dunia, istri Laurene Powell ini menyatakan bahwa uang bukanlah segalanya.
Baca Juga:Jadikan Hobimu Sebagai Peluang Bisnis
Berikut kutipan kata-kata yang diucapkan Jobs sebelum meninggal dunia:
“Dalam dunia bisnis, aku adalah simbol dari kesuksesan, seakan-akan harta dan diriku tidak terpisahkan, karena selain kerja, hobbyku tak banyak.
Saat ini aku berbaring di rumah sakit, merenung jalan kehidupanku, kekayaan, nama, kedudukan semuanya itu tidak ada artinya lagi.
Malam yang hening, cahaya dan suara mesin di sekitar ranjangku, bagaikan nafasnya maut kematian yang mendekat pada diriku.
Sekarang aku mengerti, seseorang asal memiliki harta secukupnya buat diri gunakan itu udah cukup. Mengejar kekayaan tanpa batas bagaikan monster yang mengerikan.
Tuhan memberi kita organ-organ perasa, agar kita bisa merasakan cinta kasih yang terpendam dalam hati kita yang paling dalam. Tapi bukan kegembiraan yang datang dari kehidupan yang mewah. Itu hanya ilusi saja.
Harta kekayaan yang aku peroleh saat aku hidup, tak mungkin bisa aku bawa pergi. Yang aku bisa bawa adalah kasih yang murni yang selama ini terpendam dalam hatiku. Hanya cinta kasih itulah yang bisa memberiku kekuatan dan terang.
Ranjang apa yang termahal di dunia ini? Ranjang orang sakit. Orang lain bisa bukakan mobil untukmu, orang lain bisa kerja untukmu, tapi tidak ada orang bisa menggantikan sakitmu. Barang hilang bisa didapat kembali, tapi nyawa hilang tak bisa kembali lagi.
Saat kamu masuk ke ruang operasi, kamu baru sadar bahwa kesehatan itu betapa berharganya.
Kita berjalan di jalan kehidupan ini. Dengan jalannya waktu, suatu saat
akan sampai tujuan. Bagaikan panggung pentaspun, tirai panggung akan tertutup, pentas telah berakhir.
Yang patut kita hargai dan sayangkan adalah hubungan kasih antar keluarga, cinta akan suami-istri dan juga kasih persahabatan antar teman.”
Baca Juga:Sisi Positif dari Bermain Game
Nah Itulah beberapa Pelajaran atau Nasihat yang bisa kita petik dari Sebuah Penyesalan Seorang Steve Jobs
Bahwa Uang Bukanlah segalanya,namun yang Terpenting adalah Hubungan antar Keluarga,Cinta dan Persahabatan
Load disqus comments

0 komentar